Rabu, 29 April 2015

merindu yang bukan mahram


Sudah Q tahan rasa, mendemam aku dibuatnya..
Aku telah berdosa!!
Hinalah rasa yg membawa bencana..
Aku tau aku berdosa!!
Mohon cabut atau cacatkan rasa ku padanya..
Ampuni aku yg berdosa!!
Jauhkan ingatan padanya yg pernah memperindah hariQ dgn kata pembawa nista..
Aku dan kamu, kita berdosa!!
Telah bertemu pada kata anggun,melamun menyiksa batin menoreh penyesalan telah bersua..
Karena semua
sekarang adalah dosa!!
Padanya aku mengadu rindu yg enggan untuk Q tahan..yg menyiksa, membodohi akal fikirku..
Aku takut aku berdosa!!
Besar rasa hati ingin menantinya menjemput takdirQ, tapi ia telah berteladan kepada yg lain..
Lagi2 aku berdosa!!
merindumu yg bukan mahram..
Sudahlah..sudah..untuk kali ini saja..
Tak mau lagi aku berdosa!!
Skenario ini akan pantas jika sang esa yg memantaskan..
Jangan lagi..berdosa!!

romansa cinta

Kau bagian darinya..bukan makna yg terpendam.. Bukan alunan musik klasik yg teduh tp terkadang membosankan..
Kau bagian dari mereka, menyentuh tanpa tersentuh ke dalam hati yg merona..
Kau aku..kita..selama menjadi dilema yg sama kau tetap menyerupai lirik lagu cinta yg membawa luka..
Kau serupa melodi merdu pada nyanyian harmonika lama..
Kau bukan engkau..segelintir harap berteduh pada pelapah yg basah, rindukan rintik sebenarnya..
Kau hanyalah bagian dr cerita..menjadi bait indah tak bermakna..tanpa nama..
Yg seharusnya engkau menjadi impian ..harapan dalam secercah doa..